SINGKILTERKINI.NET, ACEH SINGKIL— Sebuah foto lama tiba-tiba muncul di layar ponsel.
Di dalamnya ada tiga anak yang masih kecil. Mereka duduk bersama sambil memegang bingkisan Idul Fitri pemberian Kapolres saat itu.
Senyum mereka masih polos.
Namun, siapa sangka foto yang diambil sekitar 2017 itu kini menjadi pengingat betapa cepat waktu berjalan.
Saat foto tersebut diabadikan, ayah mereka selain menjalani aktivitas sebagai wartawan, juga untuk pertama kalinya dipercaya menjadi penyelenggara pemilu tingkat kecamatan.
Ketiga anak itu tentu belum memahami kesibukan sang ayah.
Bagi mereka saat itu, dunia masih sederhana: sekolah, bermain dan menikmati masa kanak-kanak.
Kini, sembilan tahun berlalu.
Anak pertama sudah duduk di kelas 1 SMA. Anak kedua kelas 2 SMP, sedangkan anak ketiga kini kelas 3 SD.
Melihat kembali foto tersebut, perubahan itu terasa begitu cepat.
Foto tetap menyimpan wajah tiga anak kecil.
Tetapi anak-anak di dalamnya sudah tumbuh dan mulai memiliki dunia mereka sendiri.
Bagi seorang ayah, foto lama terkadang bukan sekadar kenangan. Ia seperti pengingat bahwa waktu terus berjalan, bahkan ketika kita sedang sibuk bekerja dan mengejar kebutuhan keluarga.
Anak-anak tumbuh tanpa menunggu kita selesai dengan kesibukan.
Mungkin itulah alasan sebuah foto sederhana bisa terasa begitu berharga.
Sebab sembilan tahun kemudian, foto itu masih sama.
Hanya anak-anak di dalamnya yang tak lagi sama.

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.