-->

Bupati Oyon Kukuhkan Forum Multi Pihak PSDA-LH, Minta NGO Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

REDAKSI


SINGKILTERKINI.NET, SINGKIL
– Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, mengukuhkan Forum Multi Pihak Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (PSDA-LH) Aceh Singkil periode 2026–2029 dalam kegiatan Ekspose Laporan Kegiatan dan Rencana Kerja Forum PSDA-LH yang berlangsung di Aula Bappeda Aceh Singkil, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan silaturahmi antara anggota forum dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil serta penyerahan sejumlah penghargaan kepada lembaga dan organisasi yang selama ini berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat di Aceh Singkil.

Dalam kesempatan itu, Bupati secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Forum Multi Pihak PSDA-LH periode 2026–2029 kepada perwakilan anggota forum. Selain itu, sejumlah lembaga mitra pembangunan juga menerima piagam penghargaan atas kontribusi mereka di Kabupaten Aceh Singkil.

Beberapa lembaga yang memperoleh penghargaan antara lain PT Koltiva, Swisscontact, Yayasan Hutan Tropis, Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia, WCS-PI, Apkasindo Aceh Singkil, Apkasindo Perjuangan Aceh Singkil, Earthqualizer Foundation, Yayasan Ekosistem Lestari, serta PT Sinar Mas (GAR).

Bupati Safriadi Oyon mengapresiasi peran organisasi non-pemerintah (NGO) dan berbagai lembaga yang selama ini menjadi mitra pembangunan daerah, khususnya dalam bidang lingkungan hidup, perkebunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta konservasi sumber daya alam.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh NGO dan lembaga mitra yang selama ini telah berkontribusi mendukung pembangunan di Kabupaten Aceh Singkil. Kerja sama yang baik ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan," kata Oyon.

Meski demikian, ia berharap program-program yang dijalankan tidak hanya sebatas pelatihan dan pendampingan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurutnya, berbagai program pemberdayaan harus mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga, terutama masyarakat yang berada di kawasan pedesaan dan wilayah yang menjadi sasaran program pendampingan.

"Bantuan yang diberikan jangan hanya berupa pelatihan semata. Harus ada dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat sehingga kesejahteraan mereka benar-benar meningkat," ujarnya.

Oyon juga meminta seluruh NGO dan lembaga mitra pembangunan agar menyampaikan laporan kegiatan secara rinci dan terbuka kepada pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program yang dijalankan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat.

"Setiap program yang dilaksanakan harus memiliki laporan yang jelas dan terukur sehingga pemerintah daerah dapat mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap masyarakat Aceh Singkil," tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan berbagai produk hasil pemberdayaan masyarakat, di antaranya produk madu trigona dari Kelompok Tani Madu Rumbia serta produk olahan masyarakat binaan Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI) yang diterima Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Aceh Singkil.

Melalui penguatan Forum Multi Pihak PSDA-LH, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal semakin kuat dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Jamal)

Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini