-->

Dua Berita dari Satu Laporan BPK

REDAKSI


Oleh: Jamaluddin

Barangkali tidak banyak dokumen negara yang mampu melahirkan dua berita besar dalam waktu yang hampir bersamaan. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah salah satunya.

Begitu laporan diumumkan, ruang publik segera dipenuhi dua kabar.

Berita pertama biasanya menghiasi judul utama media.

"Pemerintah Daerah A Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)."

Ucapan selamat mengalir. Rasa syukur disampaikan. Dokumentasi penghargaan beredar di berbagai platform. Semua itu wajar, karena Opini WTP merupakan bentuk pengakuan auditor bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar yang berlaku.

Namun, sebelum gaung kabar baik itu benar-benar reda, lahirlah berita kedua.

"BPK Menemukan Sejumlah Temuan dan Memberikan Rekomendasi Perbaikan kepada Pemerintah Daerah A."

Berita ini pun tidak kalah ramai diperbincangkan.

Sebagian masyarakat mulai bertanya.

"Kalau sudah memperoleh Opini WTP, mengapa masih ada temuan?"

Pertanyaan itu sederhana, tetapi jawabannya sering kali tidak sesederhana yang dibayangkan. Bahkan, kesalahpahaman terhadap dua istilah tersebut sudah berulang dari tahun ke tahun.

Banyak yang mengira Opini WTP berarti tidak ada lagi kekurangan. Sebaliknya, tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa adanya temuan menunjukkan Opini WTP tidak lagi bermakna.

Padahal, kedua anggapan itu tidak tepat.

Opini WTP dan temuan pemeriksaan bukanlah dua kutub yang saling bertentangan. Keduanya justru lahir dari proses pemeriksaan yang sama dan saling melengkapi.

Opini WTP berbicara mengenai kewajaran penyajian laporan keuangan. Sementara temuan pemeriksaan berbicara mengenai berbagai hal yang masih memerlukan perhatian, pembenahan, atau tindak lanjut agar tata kelola pemerintahan semakin baik.

Dengan kata lain, memperoleh Opini WTP bukan berarti seluruh pekerjaan telah selesai. Sebaliknya, adanya temuan juga bukan berarti seluruh pengelolaan keuangan dinilai buruk.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal istilah check-up kesehatan. Seseorang dapat dinyatakan sehat oleh dokter, tetapi tetap dianjurkan mengurangi gula, berolahraga lebih rutin, atau memperbaiki pola tidur. Rekomendasi itu bukan berarti ia sedang sakit berat. Justru itulah cara menjaga agar kondisi yang sudah baik tidak memburuk.

Begitu pula makna sebuah hasil pemeriksaan.

Opini adalah gambaran umum.

Temuan adalah rincian yang perlu diperhatikan.

Opini memberikan kepercayaan.

Temuan memberikan arah perbaikan.

Karena itu, tidak perlu mempertentangkan keduanya.

Yang satu bukan untuk menutupi yang lain.

Yang satu juga bukan untuk menghapus arti yang lain.

Keduanya hadir untuk tujuan yang sama, yaitu mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, efektif, dan bertanggung jawab.

Di sinilah menariknya setiap musim pemeriksaan BPK.

Satu laporan melahirkan dua berita.

Yang satu menjadi kabar baik.

Yang satu menjadi bahan evaluasi.

Yang satu mengundang ucapan selamat.

Yang satu mengundang kesungguhan untuk berbenah.

Sering kali perhatian publik berhenti pada berita pertama. Padahal, kualitas tata kelola justru lebih banyak ditentukan oleh apa yang terjadi setelah berita kedua diterbitkan.

Apakah rekomendasi ditindaklanjuti?

Apakah kekurangan diperbaiki?

Apakah kesalahan yang sama tidak terulang kembali?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sesungguhnya menentukan nilai sebuah pemerintahan di mata publik.

Sebab, penghargaan hanya bertahan sesaat, sedangkan komitmen memperbaiki diri akan selalu diuji oleh waktu.

Pada akhirnya, Opini WTP memang layak disyukuri. Namun, temuan pemeriksaan juga layak mendapat perhatian yang sama besarnya. Bukan karena keduanya saling meniadakan, melainkan karena keduanya saling menyempurnakan.

Mungkin di situlah pelajaran terpenting dari setiap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK.

Bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi juga dari kesediaan menerima evaluasi.

Bahwa kepercayaan bukan hanya diraih, tetapi juga dijaga.

Dan bahwa tata kelola yang baik bukanlah pemerintahan yang tidak pernah menemukan kekurangan, melainkan pemerintahan yang tidak pernah berhenti memperbaiki kekurangannya.

Karena itu, setiap kali Laporan Hasil Pemeriksaan BPK diumumkan dan lahir dua berita sekaligus, kita tidak perlu memilih mana yang lebih penting.

Yang satu patut dirayakan.

Yang satu patut ditindaklanjuti.

Dan justru karena keduanya berjalan berdampingan, tujuan besar pemeriksaan keuangan negara dapat tercapai: mewujudkan pemerintahan yang semakin baik, semakin akuntabel, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.

Penulis adalah Ketua DPC PPWI Aceh Singkil

Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini