-->

Somasi Minta USK Buka Akses Kuliah bagi Anak Korban Penganiayaan di Perbatasan Aceh-Sumut

REDAKSI


SINGKILTERKINI.NET,SINGKIL
– Solidaritas Masyarakat Aceh Singkil (Somasi) meminta Universitas Syiah Kuala (USK) memberikan kesempatan kepada Afifah Afralisna Tumangger untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Somasi, Hambalisyah Sinaga, menyusul kondisi keluarga Afifah yang tengah menghadapi tekanan ekonomi setelah ayahnya, Supriadi Tumangger, menjadi korban penganiayaan di kawasan perbatasan Aceh–Sumatera Utara pada 8 Desember 2025.

Menurut Hambalisyah, peristiwa yang menimpa Supriadi tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan korban, tetapi juga terhadap keberlangsungan hidup keluarganya. Hingga kini, Supriadi belum dapat kembali bekerja dan masih menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kota Medan, Sumatera Utara.

"Afifah memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kami berharap USK dapat memberikan ruang dan perhatian agar cita-citanya tidak terhenti akibat kondisi yang sedang dialami keluarganya," kata Hambalisyah, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, permintaan tersebut merupakan bentuk kepedulian Somasi terhadap masa depan anak korban penganiayaan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi yang dialami keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seorang anak untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Afifah merupakan anak kedua dari pasangan Supriadi Tumangger dan Rusniar. Di tengah proses pemulihan sang ayah, keluarga kini harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memikirkan keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.

Hambalisyah menilai perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membuka akses bagi generasi muda yang menghadapi situasi sulit.

"Dukungan terhadap pendidikan dapat menjadi jalan bagi keluarga korban untuk membangun kembali masa depan mereka. Kami berharap permohonan ini mendapat perhatian sehingga Afifah tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih cita-citanya," ujarnya.

Somasi berharap langkah tersebut dapat menjadi wujud kepedulian terhadap keluarga korban yang hingga kini masih berupaya bangkit setelah peristiwa penganiayaan yang menimpa kepala keluarga mereka.

Hingga berita ini diterbitkan, Singkil Terkini belum memperoleh tanggapan dari pihak Universitas Syiah Kuala terkait permintaan yang disampaikan Somasi. Apabila terdapat tanggapan resmi, Singkil Terkini akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.(Jamal)

Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini