-->

Jika Kelak Terjadi Pergantian Sekda, Aceh Singkil Butuh Figur Seperti Apa?

REDAKSI

Kantor Bupati Aceh Singkil. Foto: Dok. JDIH Kabupaten Aceh Singkil.

Oleh Jamaluddin

SINGKILTERKINI.NET - Setiap pemerintahan daerah pada waktunya akan menghadapi pergantian pejabat. Hal tersebut merupakan bagian yang wajar dalam dinamika birokrasi dan manajemen pemerintahan.

Salah satu posisi yang memiliki peran penting dalam pemerintahan daerah adalah Sekretaris Daerah (Sekda). Jika suatu saat terjadi pergantian Sekda di Kabupaten Aceh Singkil, pertanyaan yang layak dibicarakan bukanlah siapa nama yang paling berpeluang.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: figur seperti apa yang dibutuhkan Aceh Singkil?

Sekda bukan sekadar jabatan administratif. Posisi ini memiliki peran penting dalam membantu kepala daerah mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seorang Sekda membutuhkan kemampuan yang tidak sederhana. 

Ia harus memahami tata kelola pemerintahan, mampu mengoordinasikan perangkat daerah, memiliki kemampuan manajerial serta dapat memastikan roda birokrasi berjalan sesuai ketentuan. Namun kemampuan teknis saja belum cukup.

Integritas harus menjadi salah satu ukuran utama.

Sekda berada pada posisi strategis dalam birokrasi daerah. Karena itu, figur yang menduduki jabatan tersebut harus mampu menjaga profesionalitas aparatur, bekerja berdasarkan aturan dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. 

Selain itu, rekam kinerja juga layak menjadi pertimbangan. Banyaknya jabatan yang pernah diemban tentu dapat menjadi bagian dari pengalaman. Namun pengalaman akan lebih bermakna apabila dibarengi dengan hasil kerja yang dapat dilihat dan dipertanggungjawabkan.

Aceh Singkil membutuhkan birokrasi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Pelayanan publik harus terus diperbaiki kearah yang lebih baik. 

Pengelolaan pemerintahan perlu semakin tertib. Program pembangunan membutuhkan koordinasi yang kuat. Pengelolaan anggaran juga harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

Semua itu membutuhkan birokrasi yang bekerja secara profesional.Di sinilah Sekda memiliki posisi strategis.

Sekda idealnya mampu menjadi penghubung yang efektif antara kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan program oleh perangkat daerah. Ia harus mampu membangun koordinasi tanpa kehilangan independensi profesional sebagai seorang aparatur sipil negara.

Karena itu, jika kelak terjadi pergantian, proses memilih Sekda sebaiknya tidak semata-mata diukur dari senioritas atau banyaknya pengalaman menduduki jabatan.

Ukuran yang lebih penting adalah kompetensi, integritas, rekam kinerja, kemampuan koordinasi dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, siapa pun yang nantinya dipercaya menduduki posisi tersebut tentu merupakan bagian dari kewenangan dan mekanisme pemerintahan yang berlaku.

Masyarakat hanya berharap setiap proses pergantian pejabat dapat menghasilkan pemerintahan yang semakin baik. Sebab jabatan Sekda bukan sekadar tentang siapa yang duduk di sebuah kursi.

Lebih dari itu, jabatan tersebut berkaitan dengan bagaimana mesin birokrasi Aceh Singkil bekerja untuk memberikan pelayanan dan menghadirkan pembangunan bagi masyarakat.

Jika kelak pergantian itu terjadi, harapannya sederhana: yang dipilih bukan hanya memenuhi syarat untuk menjabat, tetapi juga memiliki kapasitas dan integritas untuk membawa birokrasi Aceh Singkil bekerja lebih baik.

Penulis adalah Pemimpin Redaksi SingkilTerkini.

Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini