-->

Aktivis HAM Indonesia Desak Dunia Hentikan Persekusi: Negara Harus Melindungi

REDAKSI


SINGKILTERKINI.NET,JAKARTA –
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) internasional asal Indonesia, Wilson Lalengke, menyerukan penghentian segala bentuk persekusi dan kekerasan terhadap manusia di berbagai negara. Dia meminta negara hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil tindakan nyata.

Seruan itu disampaikan Wilson pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wilson menyoroti sejumlah wilayah yang masih dilanda konflik dan kekerasan, di antaranya Iran, Gaza, Lebanon dan Nigeria. Dia juga menyinggung persoalan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, termasuk Papua.

Menurut Wilson, kekerasan terhadap manusia tidak boleh dibenarkan atas dasar agama, kebangsaan, status sosial, identitas, ideologi maupun kepentingan kekuasaan.

"Segala bentuk persekusi terhadap sesama manusia harus segera dihentikan tanpa pengecualian," kata Wilson dalam keterangannya.

Negara Diminta Tak Jadi Penindas

Wilson menilai pemerintah memiliki kewajiban utama untuk menjamin keamanan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Perlindungan itu, menurutnya, juga harus mencakup ancaman yang berasal dari elemen dalam aparatur negara.

"Negara harus hadir sebagai pelindung, bukan penindas," tegasnya.

Dia mengatakan perlindungan terhadap masyarakat sipil tidak cukup hanya melalui pernyataan politik. Harus ada tindakan konkret untuk memastikan keselamatan warga.

PBB Diminta Turun Tangan

Wilson juga meminta PBB mengambil langkah cepat terhadap berbagai krisis kemanusiaan.

Menurut dia, PBB perlu memperkuat perannya sebagai mediator netral dalam penyelesaian konflik, baik konflik antarnegara maupun konflik internal di negara anggota.

"Pembunuhan massal dan berbagai bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil membutuhkan respons internasional yang cepat dan nyata," ujarnya.

Wilson juga mendorong negara-negara maju untuk bersatu menggunakan pengaruh politik dan ekonomi mereka dalam meredam konflik.

Dia berharap kepentingan geopolitik tidak mengalahkan kepentingan kemanusiaan.

Singgung Pemikiran Kant dan Arendt

Dalam seruannya, Wilson turut mengaitkan persoalan HAM dengan pemikiran sejumlah filsuf.

Dia menyebut Immanuel Kant yang menempatkan manusia sebagai tujuan pada dirinya sendiri dan tidak semestinya diperlakukan hanya sebagai alat untuk kepentingan politik maupun kekuasaan.

Wilson juga merujuk pemikiran Hannah Arendt tentang "the right to have rights", yakni hak setiap manusia untuk memiliki hak dan memperoleh perlindungan hukum.

Dia menilai kelompok minoritas dan masyarakat rentan akan semakin mudah menjadi korban ketika negara gagal memberikan perlindungan hukum.

Wilson juga mengutip gagasan Martin Luther King Jr. mengenai ketidakadilan.

Menurutnya, ketidakadilan yang terjadi di satu tempat pada akhirnya dapat menjadi ancaman bagi keadilan di tempat lain.

"Sudah saatnya dunia menghentikan retorika dan melangkah bersama menuju tindakan nyata demi menyelamatkan jiwa-jiwa yang tidak berdosa, merawat perdamaian, dan memulihkan harkat serta martabat kemanusiaan universal," kata Wilson.(TIM/RED)

Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini