-->

Hari Pertama GAMAS

REDAKSI


😂 Humor Redaksi

Grup WhatsApp warga mendadak ramai.

Admin:
"Besok jangan lupa ikut Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS)."

Pak RT:
"Siap! Motor sudah dicuci." 🚲

Pak Budi:
"Saya siap, asal anaknya juga siap bangun." 😄

Pak Udin:
"Saya siap... asal istri jangan bilang, 'Sekalian belanja ya!'" 😂

Grup pun dipenuhi emoji tertawa.

Tiba-tiba muncul satu pesan.

"Kalau anak yang ayahnya sudah di surga... siapa yang mengantar?"

Grup yang semula riuh mendadak hening.

Tak lama kemudian, seseorang membalas.

"Kalau ayahnya sudah di surga, biar paman, kakek, abang, om, atau wali yang menggandeng tangannya. Yang penting, jangan biarkan seorang anak memasuki gerbang sekolah dengan perasaan sendirian."

Tak ada lagi emoji tertawa.

Yang muncul justru emoji ❤️, 🤲, dan kalimat,

"Besok saya sekalian antar keponakan."


Secangkir Kopi Redaksi

Tidak semua anak masih memiliki ayah.

Namun setiap anak berhak merasakan ada seseorang yang hadir, menggandeng tangannya, dan mengatakan, "Semangat ya, Nak."

Karena yang paling membekas dalam ingatan seorang anak bukan sekadar siapa yang mengantarnya ke sekolah, melainkan siapa yang membuatnya merasa dicintai.

Catatan: Humor Redaksi ini adalah karya fiksi yang mengandung pesan sosial. Senyum boleh, empati jangan hilang. ❤️

Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini