SINGKILTERKINI.NET,ACEH SINGKIL- Ada pemandangan menarik di Warkop Dua Jalur, Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Senin malam (24/8/2026).
Dua pemain catur berprestasi, Chairul Amri dan Helmy, duduk berhadapan di depan papan catur. Menariknya, Chairul mengenakan kaos putih dan memainkan buah catur putih, sementara Helmy mengenakan kaos hitam dan memainkan buah catur hitam.
Entah kebetulan atau memang menjadi pilihan masing-masing, warna pakaian keduanya malam itu seolah mengikuti warna buah catur yang mereka mainkan.
Di balik suasana santai warung kopi tersebut, keduanya bukan pemain sembarangan.
Chairul Amri, asal Kecamatan Gunung Meriah, tercatat dua kali meraih juara pertama pada ajang catur dalam rangka HUT Kemerdekaan RI yang digelar di Aceh Singkil, yakni pada 2025 dan 2026.
Sementara Helmy, pemain asal Kecamatan Kuta Baharu, juga memiliki catatan prestasi. Pada 2025, ia meraih juara II dalam ajang catur HUT RI di Aceh Singkil. Tahun ini, Helmy berhasil meraih juara I pada ajang HUT RI 2026 yang digelar di Subulussalam.
Pertemuan keduanya menarik untuk diamati karena memiliki karakter permainan yang berbeda.
Chairul lebih dikenal dengan permainan menyerang. Ia cenderung aktif mengambil inisiatif dan memberikan tekanan ketika permainan mulai berkembang.
Sementara Helmy lebih mengandalkan pertahanan. Ia bermain lebih tenang, menjaga posisi sambil menunggu peluang untuk membangun serangan balik.
Di antara papan catur dan dua pemain yang serius memperhatikan setiap langkah, Juanda ikut mengawasi jalannya permainan. Mengenakan kacamata dan kaos berwarna kuning kunyit, Juanda sesekali memperhatikan posisi buah catur di atas papan.
Pertemuan keduanya pun berlangsung bukan dalam sebuah turnamen resmi, melainkan dalam suasana santai di Warkop Dua Jalur.
Tidak ada panggung maupun perebutan piala malam itu. Hanya papan catur, dua pemain yang sama-sama memiliki pengalaman juara, seorang pengawas permainan, serta suasana warung kopi yang membuat permainan terasa akrab.
Pertemuan seperti ini menjadi gambaran bahwa permainan catur tetap hidup di tengah masyarakat. Warkop bukan hanya menjadi tempat menikmati kopi dan berbincang, tetapi juga menjadi ruang bertemunya para pemain untuk mengasah strategi sekaligus menjaga silaturahmi.
Dan malam itu, warna putih dan hitam bukan hanya terlihat di atas papan catur. Keduanya juga melekat pada pakaian dua pemain yang duduk berhadapan Chairul dengan putihnya, Helmy dengan hitamnya. Sementara Juanda hadir dengan kaos kuning kunyitnya di antara keduanya.
Penulis: Jamaluddin

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.