-->

Imelda Syafitri Kembali ke Aceh Singkil, Polemik Hak Anak Jadi Perhatian Publik

REDAKSI


SINGKILTERKINI.NET,ACEH SINGKIL –
Imelda Syafitri kembali ke Kabupaten Aceh Singkil setelah sekian lama meninggalkan daerah tersebut. Kedatangannya didampingi Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) dengan tujuan menemui mantan suaminya, JS, terkait persoalan hak anak.

Kepada media, Imelda menyampaikan bahwa kehadirannya bertujuan untuk menyampaikan permintaan maaf sekaligus meminta kejelasan terkait tanggung jawab nafkah anak. Ia juga menyebut pendampingan GERMAS PPA dilakukan agar proses komunikasi berjalan lebih terarah.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari lingkungan sekitar, disebutkan bahwa selama ini JS tetap berupaya memberikan nafkah sesuai kemampuannya. Bahkan, setelah Imelda meninggalkan Aceh Singkil, JS melalui kepala desa serta jalur komunikasi pribadi disebut masih berusaha menyalurkan hak anak, namun belum mendapatkan tanggapan.

Pada Rabu (19/11), sempat diagendakan pertemuan di Kantor Bupati Aceh Singkil. Namun pertemuan tersebut belum terlaksana. Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Pasial S.Pd, menjelaskan bahwa agenda tersebut hanya untuk menyepakati jadwal pertemuan lanjutan yang kemudian direncanakan pada Kamis (20/11/2025).

Pada Kamis siang, Imelda yang didampingi keluarga melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala BKPSDM Aceh Singkil selama kurang lebih 40 menit. Usai pertemuan, Imelda bersama GERMAS PPA menggelar konferensi pers di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil.

Pernyataan yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga menyatakan pentingnya persoalan ini disikapi secara tenang dan proporsional.

“Kami berharap semua pihak bisa menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan mengutamakan kepentingan anak,” ujar JM, salah satu warga Aceh Singkil.

Warga lainnya juga berharap agar informasi yang beredar di media sosial tidak ditelan mentah-mentah dan perlu dikaji secara menyeluruh dari berbagai pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada JS masih terus dilakukan guna memperoleh keterangan lengkap sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

Publik diimbau untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dan menyikapi persoalan ini secara objektif serta tidak mengambil kesimpulan sebelum seluruh pihak memberikan penjelasan resmi.(Red)

Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini