SINGKILTERKINI.NET, SUBULUSSALAM – Di tengah padatnya agenda kegiatan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, personel Satgas TMMD Kodim 0118/Subulussalam tetap menunjukkan kepedulian terhadap pembinaan spiritual masyarakat. Salah satunya dengan meluangkan waktu pada malam hari untuk mendampingi anak-anak mengaji di Desa Kuta Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis (1/8/2025).
Tampak dalam kegiatan tersebut, Prada Alif dan Prada Yusuf duduk bersama anak-anak di sebuah balai pengajian sederhana, membantu mereka membaca dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari semangat TMMD yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual masyarakat.
"Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda di desa. Selain pembangunan infrastruktur, pembinaan karakter juga sangat penting," ujar salah satu personel Satgas TMMD di sela kegiatan.
Suasana hangat penuh kebersamaan begitu terasa dalam kegiatan mengaji tersebut. Anak-anak terlihat antusias belajar, bahkan tampak lebih semangat karena mendapat bimbingan langsung dari personel TNI yang berseragam loreng.
Program TMMD ke-125 sendiri telah berjalan sejak tanggal 23 juli 2025, dengan fokus pembangunan seperti pembukaan badan jalan, rehab rumah warga, serta fasilitas sosial lainnya. Namun kehadiran prajurit TNI yang turut serta dalam kegiatan keagamaan seperti ini menunjukkan bahwa TMMD tidak hanya membangun desa, tetapi juga membangun jiwa dan karakter masyarakatnya.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari warga Desa Kuta Cepu. Salah satu orang tua santri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas peran aktif TNI dalam kehidupan masyarakat, terlebih dalam mendampingi anak-anak dalam kegiatan agama.
"Jarang sekali ada tentara yang mau duduk bareng mengaji seperti ini. Anak-anak jadi semangat, dan kami sebagai orang tua sangat bersyukur," ucapnya.
Dengan hadirnya kegiatan seperti ini, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat, serta menjadi contoh nyata bahwa pengabdian prajurit tidak terbatas pada medan tempur atau pembangunan fisik semata, tapi juga hadir dalam ruang-ruang spiritual dan pendidikan masyarakat.
Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.