Babad Panembahan Nusa Kelor -->s

Babad Panembahan Nusa Kelor

Thursday, February 13, 2020, Thursday, February 13, 2020

Cerita Rakyat (Oleh Kamsi Gautama - Sekretaris Kelompok Adat Budaya Wisata Panembahan Nusa Kelor) 

SINGKILTERKINI.NET, CILACAP - Nusa Kelor merupakan sebuah Delta(Daratan ditengah tengah rawa) yaitu di perairan Rawa Bendungan cilacap. Rawa yg membentang panjang yang meliputi 3 desa dan 1 kelurahan, mulai dari Desa kuripan, Menganti, Tritih Wetan dan Kelurahan Mertasinga. Di Area Delta Nusa Kelor ini terdapat sebuah Petilasan Sejarah yang berupa Situs Batu yang berjumlah 10(Sepuluh) Buah.,dan oleh masyarakat sekitar khususnya Dusun Nusa Indah Desa Menganti Situs batu tersebut dinamakan Panembahan Nusa Kelor.

Dikisahkan menurut cerita sesepuh bahwa ,Nusa Kelor Zaman Dahulu Berada Di Wilayah Kadipaten Limbangan dengan Dipimpin seorang Adipati Muda yang Bernama Adipati Blagong, dan Kadipaten Limbangan Ini msh dibawah Nauangan Kadipaten Handaonan dengan dipimpin oleh Adipati Sepuh Bernama Adipati Donan,Kedua Kadipaten ini merupakan Wilayah Bawahan Teritorial Kerajaan Kesultanan Demak Bintoro Pasca Runtuhnya Kerajaan Nusa Brang Brang NusaTembini Nusakambangan. Kadipaten Handaonan merupakan Kadipaten yang terkenal dengan seni kerajinan tembaga, besi, emas dan persenjataan sedang Kadipaten limbangan terkenal dengan hasil pertanian ,hutan dan peternakan.

Hingga pada suatu ketika kedua kadipaten yg berdampingan ini dilanda huru hara teror dan pagebluk. Teror berupa gangguan Burung Raksasa dari pulau Nusakambangan yang disebut garuda beri yang memangsa manusia dan hewan-hewan peliharaan serta pagebluk berupa kemarau panjang dan wabah penyakit. Penduduk merasa ketakutan siang dan malam dengan adanya teror burung tersebut,Banyak Penduduk yg jadi korban ketika beraktivitas di tegalan atau persawahan, Daerah Tempat penduduk yang jadi korban keganasan burung raksasa Dinamakan Daerah Tegal Katilayu, Burung Garuda Raksasa tersebut semakin membabi buta membabat mangsa walau datangnya tak bisa diduga dan dikira.

Huru hara semakin merajalela hingga membuat Adipati Donan sowan menghadap Sang Sultan Ke Demak Bintoro melaporkan kejadian kejadian dan peristiwa kepada Sultan, kemudian Adipati Donan diberikan senjata Perisai berupa Cis Tilam upih sekaligus perintah Pengamanan wilayah dan untuk melakukan tindakan tindakan yang dianggap perlu untuk menciptakan situasi kondusifitas diwilayahnya.

Sesampainya di wilayah Kadipaten Handaonan Sang Adipati kemudian mengumpulkan para punggawa dan Para Adipati - Adipati muda bawahanya dan segera membuat sayembara kepada siapapun yang bisa menumpas Burung Raksasa Beri akan diberikan sebuah Hadiah, kalau dia laki laki akan dipersuntingkan dengan Putri Tunggalnya yang satu satunya yang cantik Jelita yang bernama Sri Menganti dan kalau dia Wanita akan diberikan tanah perdikan dan mas picis raja brana.

Sayembara sudah dimulai dan sudah di beritakan oleh para punggawa nayaka praja kadipaten namun tak satupun ada yang berhasil, Garuda Beri Raksasa yang suka muncul sewaktu waktu membuat para penduduk makin resah dan mencari persembunyian ke tempat tempat yang aman,Banyak Penduduk sekitar berlari ke Pegunungan Citumbu dan Pegunungan Gembor, disebut Gembor Karena Banyak Penduduk yang merasa ketakutan dan menangis.

Hingga Pada Suatu Ketika Datanglah Seorang Pemuda Tampan,Ramah,humanisme dan berwibawa serta taat dalam Beribadah, Dialah Sang Jaka Lelana dan Lebih dikenal dengan Sebutan Bagus Santri serta lebih dikenal lagi dengan sebutan Santri Undik. Tibalah di suatu bukit yang rindang penuh dengan Pepohonan dan singgah Sang Bagus Santri dari pengembaraan dari arah timur, waktu itu tibalah waktu Sholat Dhuhur Sang Bagus Santri hendak mencari air suci untuk berwudhu, namun dicarinya tidak diketemukan, maka Sang Bagus Santripun mengheningkan cipta memohon Ridho Sang Kuasa hingga Sang Bagus Santri menancapkan Tongkat Sakti Pemberian Sang Guru Aulianya dan seketika itu tanah bercadas dalam posis miring yang didapatinya keluar Air jernih dan tempat belik air tersebut dinamakan Sumur Gemuling ( Sumur yang posisinya agak miring).
Bagus Santri kemudian Bertemu dengan para Penduduk sekitar yang sedang terkena pagebluk penyakit parah akibat suatu wabah penyakit, dengan karomah dan izin Sang Kuasa maka penduduk sekitar bisa tertolong dan sembuh hingga pada perubahan zaman daerah tersebut dinamakan padukuhan kuripan yang artinya sehat selamat sentausa dalam hidup.

Bagus Santri dengan tabiat dan budi pekerti yang luhur serta karomah yang dimilikinya akhirnya bisa berbaur dengan Penduduk Kadipaten limbangan dan Bersahabat baik dengan Sang Adipati Muda Blagong. Serta Ayahanda Adipati Blagong yang Bernama Ki Ajar Wuragil. Ketiganya sering berdiskusi tentang falsafah - falsafah kehidupan dan akhirnya Sang Adipati dan Ayahandanya mulai memperdalam Ajaran Agama Islam disinilah mulai syiar agama Islam disebarkan dengan penuh rahmat di wilayah Kadipaten limbangan.

Diskusi dan strategi akhirnya berlanjut sampai dengan pembahasan Adanya teror Burung Raksasa Garuda Beri yang mengancam Kadipaten Handaonan dan Kadipaten limbangan, akhirnya Sang Bagus Santri meminta kepada Adipati Blagong untuk dicarikan tempat Beriyadoh memohon Petunjuk Sang Kuasa untuk mengatasi kemelut yang ada di Kadipaten tersebut,Bagus Santri meminta tempat gundukan yang dilalui dua aliran sungai yang bertempuran airnya dari dua arah,Kemudian di tempat tersebut dibangunkan sebuah Sanggar atau semacam surau kecil untuk tinggal dan digunakan oleh Bagus Santri untuk mengajarkan syiar agama kepada penduduk setempat.

Tibalah Strategi dan cara dilakukan untuk menumpas Garuda Beri, Bagus Santri menyuruh Ki Ajar Wuragil dan Adipati blagong untuk membuat orang2an dari pohon padi kering atau Damen untuk dibuat patung mirip wanita berkebaya dan berjarit untuk dinaikan diatas kebo dungkul (Kerbau yang biasa digunakan untuk membajak sawah dengan garu). Kemudian Kerbau tersebut dilepas di area persawahan dan penduduk disuruh bersembunyi ditempat yang aman.
Datanglah Burung Raksasa Dari Selatan Pulau Nusakambangan dan meraum raum diudara, matanya liar tajam mencari mangsa, dan seketika itu juga mata Burung Raksasa tersebut tertuju pada Kerbau dungkul yang diduduki sosok mirip wanita cantik milik Ki Ajar Wuragil, kemudian diterkamnya kerbau tersebut dan dicabik cabik. Daerah tempat diterkam dan dicabik cabiknya Kerbau tersebut sekarang diberi nama area Persawahan Rawa Tengkolo atau tempat untuk mentengkol atau mencabik...  Kemudian kerbau tersebut tersungkur terseret mengambang dan daerah tempat kerbau tersebut mengambang dinamakan daerah kemambang atau mengapung.. Dan akhirnya Kerbau beserta patung orang orangan tersebut dibawa terbang ke udara dan di udara di atas daerah persawahan kerbau tersebut terpotong kepala dan tubuhnya dan akhirnya kepala dan badan kerbau serta patung orang orangan terjatuh. Badan Kerbau tersebut jatuh dan hilang dan daerah tempat jatuhnya kerbau tersebut dinamakan daerah kelang yang artinya kebone ilang (Kerbaunya Menghilang)  dan Daerah jatuhnya patung orang2an yang terbungkus jarit atau kain wanita dinamakan Rawa Jarit serta daerah jatuhnya kepala kerbau tersebut dinamakan Daerah  Kebo kepala.

Burung Raksasa tersebut setelah puas menerkam mangsa kerbau tersebut kemudian berterbangan makin liar dan terus mencari mangsa, hal tersebut membuat Bagus Santri bersiap siap menghadapi Burung Raksasa dengan sikap kewaspadaan.Bagus Santri dari tempat Sanggar Pertapaanya kemudian menuju sebuah Bukit dan kemudian melesat terbang melawan Garuda Raksasa, tempat melesatnya Bagus Santri daerah tersebut dinamakan Daerah Bleber atau melesat terbang.

Diudara terjadi pertarungan yang Dahsat antara Bagus Santri dan Garuda Beri, dengan tongkat karomahnya Bagus Santri berduel diudara dengan gesitnya, dan Burung Raksasa Beripun makin liar menyerang Bagus Santri. Dan Akhirnya Bagus Santri berhasil memukul hingga terjatuh Burung Beri dan jatuh tersungkur menjatuhi pohon Ketapang yang akhirnya pohon ketapang tersebut miring Dan Bengkok mau roboh, daerah tempat pohon ketapang tersebut dinamakan ketapang dengklok (Pohon ketapang Bengkok).

Burung Garuda Beri makin tersungkur dan Akhirnya dengan Kemampuan Ilmu Laduni dan Jaya Kawijayan dengan Ilmu Qulhu Balik Sungsang membuat Burung Garuda terbang dan tersungkur meledak terbakar dan jatuh kelaut dan tamatlah riwayat Sang Burung Raksasa. Namun asap kepulan Garuda Beri menyebabkan penyakit virus gatal gatal pada Penduduk,dan akhirnya Penduduk berbondong bondong menuju ke Sanggar tempat Bagus santri bermukim dan atas izin yang kuasa Bagus Santri mendoakan dan mencuci Penduduk yang terkena penyakit gatal kulit dengan Ramuan Daun Kelor dan daerah tempat sanggar Bagus Santri bermukim dan bertapa pada sebuah batu tempat duduknya beriyadoh dinamakan Panembahan Nusa Kelor. Karena kemampuan karomahmya menyembuhkan sakit kulit pada Penduduk Bagus Santri dikenal dengan sebutan Santri Undik (Menyembuhkan gudik/Sakit kulit).

Musnahnya Burung Raksasa Garuda Beri maka berakhirlah teror di daerah Kadipaten Handaonan dan Kadipaten Limbangan, maka sesuai Janji Sang Adipati Donan maka Bagus Santri atau Santri Undik diberikan hadiah berupa Putri Tunggalnya yang Cantik Jelita namun Bagus Santri menolaknya dan memberikan Kepada Adipati Blagong untuk mempersunting Putri Adipati Donan yaitu  Sri Menganti, setelah cukup dan terjadi kesepakatan dan kemauan antara Sri menganti dan Adipati Blagong maka Bagus Santri/Santri Undik berpamitan akan melanjutkan perjalanan suci spiritualnya ke Tanah Pasundan. Suasana haru diantara Adipati Blagong, Adipati Donan dan Ki Ajar Wuragil serta seluruh penduduk melepas kepergian Sang Bagus Santri menuju Perjalanan Syiar Spiritual yang akan ditempuhnya.

Akhirnya Damailah kedua Wilayah Kadipaten Tersebut,Pesta Rakyat digelar untuk merayakan Pernikahan Adipati Blagong dan Sri Menganti. Penduduk menyambut dengan suka cita dan gembira dan selepas pernikahan Adipati Blagong dan Sri Menganti penduduk bisa beraktivitas kembali dengan tenang dan semangat dan akhirnya kadipaten Handaonan dan Kadipaten Limbangan menjadi Kadipaten yang Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharja. Teka teki Santri Undik masih jadi misteri, hanya orang orang dengan kemampuan linuwih dan tataran sufi yang tinggi yg bisa menebak dan memahami siapa Bagus Santri sesungguhnya.. Ada Yang Bilang Bagus Santri adalah Murid Kanjeng Sunan Kalijaga dan ada pula yang menyatakan Bahwa Bagus Santri adalah Sunan Kalijaga sendiri yang lagi Menyamar dalam syiar Agama Islam(Wallahu Alam).

Kini Panembahan Nusa Kelor dikelola dan dilestarikan oleh Kelompok Masyarakat Adat Budaya Wisata Panembahan Nusa Kelor yang akan dikelola sebagai wisata religi, pemancingan, miniatur Budaya, konservasi flora dan fauna dan taman Bunga serta Wisata Olah Raga Air. (Kamsi Gautama)

TerPopuler