ACEH TENGAH - Komandan Kodim (Dandim) 0106/Ateng-BM, Letkol Inf Didit Hari Prasetyo Putro, S.I.P menerima kunjungan kerja Tim Wasev bidang Siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting) dari Sterad Kapten Arm F. Suwandana dan Kementan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Yuda Maulana Yusuf dan Rahmad Hidayat, Rabu (09/08/2017).
Kunjungan kerja tersebut dalam rangka peninjauan lapangan terhadap keberadaan Sapi Brahman Cross yang di kelola oleh Kelompok Tani Giri Mulyo di Desa Paya Tungkel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.
Tim Wasev dari Kementan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Yuda Maulana Yusuf dan Rahmad Hidayat, menyebutkan untuk mensukseskan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, masyarakat dan pihak terkait harus berperan aktif dalam rangka percepatan pencapaian target kelahiran Sapi dan Kerbau secara serentak.
Apalagi, Peternak merupakan sebagai tulang punggung peternakan nasional sudah saatnya harus berjaya, untuk itu, pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional difokuskan melalui Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang merupakan suatu kegiatan terintegrasi.
Maka dari itu, Tim Wasev dari Kementan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)Bmenghimbau agar masalah kesehatan hewan juga harus serius untuk diperhatikan. Sehingga Sapi tersebut tetap sehat, dan jangan lupa untuk melaksanakan deteksi dini terhadap penyakit, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya serang penyakit terhadap Sapi.
Sementara itu, Tim Wasev Sterad Kapten Arm F. Suwandana mengatakan bahwa pengembangan program ternak tersebut telah bekerja sama antara Kementan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, TNI dan POLRI.
" Sapi Brahman Cross ini merupakan sapi potong dengan darah Brahman dominan. Sapi ini merupakan tipe sapi potong yang tahan panas, tahan caplak, tahan kutu dan tahan kekeringan," sebutnya.
Disamping itu, untuk budidaya Sapi ini juga mengunakan sistem peternakan intensif tradisional yang akan menimbulkan fenomena reproduksi, terutama berupa infertilitas nutrisi yang dimanifestasikan dengan birahi tenang, anestrus dan kawin berulang.
Sambungnya, Fenomena reproduksi pada Sapi Brahman-Cross tersebut juga dapat di eliminasi dengan perbaikan manajemen peternakan, peningkatan pakan serta manajemen reproduksinya.
Dalam kegiatan tersebut turut serta di hadiri oleh para pejabat Dinas Pertanian Provinsi Aceh antara lain Masduki, SPT dan Sulaiman, SPT, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kab. Ateng Drh. Bahrawati, Ketua PPL Kec. Jagong Pariaman, Ketua Kelompok Tani Giri Mulyo Wahyu Hidayat, Mantri Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah Sukarman serta Mahasiswa KKN Universitas Syiahkuala Banda Aceh.
Penulis : Jamaluddin
Sumber : Penrem 011 Lilawangsa
