-->

Wastra Aceh Singkil Berpeluang Tembus Pasar Lebih Luas, Dekranasda Dorong Kreativitas Perajin

REDAKSI


SINGKILTERKINI.NET,BANDA ACEH
– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Singkil mendorong pengembangan wastra dan produk kerajinan lokal agar tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Upaya tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Aceh Singkil, Ny. Habibatussania Safriadi Oyon, saat mengikuti Meuseuraya Festival 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Aula Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/10/2026).

Festival yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 itu mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu — Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”. 

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Dekranasda kabupaten/kota dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan kerajinan daerah, mengembangkan kreativitas, serta memperluas peluang pemasaran.

Habibatussania mengatakan, pelestarian wastra perlu berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas agar produk kerajinan tetap memiliki ciri khas sekaligus mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Wastra adalah warisan indatu yang menyimpan identitas, sejarah, dan kebanggaan budaya kita. Tugas kita bukan hanya melestarikannya, tetapi juga menghidupkannya melalui karya-karya kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas perajin dan pelaku UMKM menjadi salah satu langkah penting agar produk lokal memiliki kualitas dan daya saing di pasar yang semakin luas.

Ia berharap pendampingan, promosi, dan kolaborasi berkelanjutan dapat membuka peluang bagi produk kerajinan Aceh Singkil untuk semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Meuseuraya Festival 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda lain, di antaranya Aceh Economic Forum, talkshow UMKM ekspor, donor darah, dan tabligh akbar.

Keikutsertaan Dekranasda Aceh Singkil dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kerajinan daerah sekaligus memperkuat hubungan antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Pengembangan wastra sebagai produk bernilai ekonomi membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan akses pemasaran. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga berpeluang memberikan manfaat ekonomi bagi perajin dan masyarakat setempat.(Jamal)

Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini