SINGKILTERKINI.NET, SUBULUSSALAM – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Komandan Kodim (Dandim) 0118/Subulussalam Letkol Inf. Eko Yudho Prayitno, S.I.P. memimpin Apel Gabungan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Apel Makodim 0118/Subulussalam, Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh, Kamis (27/8/2026).
Apel gabungan tersebut diikuti sekitar 100 personel dari unsur TNI, Polri, Brimob Yon C Pelopor Kompi 2 Subulussalam, BPBD dan Damkar Kota Subulussalam. Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kota Subulussalam.
Dalam arahannya, Dandim 0118/Subulussalam Letkol Inf. Eko Yudho Prayitno menekankan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas dalam penanggulangan Karhutla. Menurutnya, patroli rutin dan deteksi dini terhadap titik panas (hotspot) lebih efektif untuk mencegah kebakaran meluas.
“Tujuan kita melaksanakan apel gabungan ini adalah mengutamakan prioritas pencegahan. Langkah pencegahan dan deteksi dini melalui patroli rutin serta pemantauan titik panas jauh lebih efektif daripada melakukan pemadaman setelah api membesar,” tegas Dandim.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi Karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama solid antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Brimob, relawan dan dunia usaha.
“Kita harus selalu bersinergi dan berkoordinasi. Penanganan Karhutla tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.
Selain kesiapan personel, Dandim juga meminta seluruh unsur memastikan kondisi peralatan pemadaman dalam keadaan layak dan siap digunakan kapan saja. Kesiapan fisik dan mental personel juga perlu terus dipelihara untuk mendukung respons cepat di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim turut mengingatkan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan. Langkah tegas diperlukan sebagai upaya memberikan efek jera dan mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan.
Usai apel, Dandim 0118/Subulussalam memimpin langsung pengecekan kesiapan personel, Alat Pelindung Diri (APD) dan sarana prasarana penanggulangan Karhutla. Pengecekan meliputi Fire Fighting Suit serta kendaraan operasional yang akan digunakan dalam penanganan kebakaran.
Sejumlah kendaraan yang disiapkan antara lain satu unit truk pemadam kebakaran Kodim 0118/Subulussalam, satu unit Water Cannon/AWC Brimob Yon C Pelopor Kompi 2 Subulussalam, satu unit truk Damkar Kota Subulussalam, mobil patroli Polres Subulussalam, mobil patroli BPBD Kota Subulussalam serta satu unit ambulans Kodim 0118/Subulussalam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag SDM Polres Subulussalam AKP Adriamus mewakili Kapolres Subulussalam, Kasdim 0118/Subulussalam Mayor Inf. Panarimo, Kepala BPBD Kota Subulussalam Ramadan St. M. M., Pasiops Kodim 0118/Subulussalam Kapten Inf. Tomi Marantika M., S.Sos., Kapolsek Simpang Kiri Iptu Evizarrianto, S.AB., Wadan Brimob Yon C Pelopor Kompi 2 Subulussalam Ipda Nofriyanto, Kabid Damkar Kota Subulussalam Madin Cibro, S.E., serta personel TNI, Polri, Brimob, BPBD dan Damkar.
Apel gabungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan koordinasi dalam mencegah serta menangani Karhutla di wilayah Kota Subulussalam.
Kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib, aman dan lancar.
(Pendim)
Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.