SINGKILTERKINI.NET,ACEH SINGKIL – Papan catur akan menjadi arena adu strategi para pecatur di Kabupaten Aceh Singkil. Turnamen Catur Terbuka yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Aceh Singkil akan berlangsung pada 13–14 Agustus 2026.
Turnamen dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut digelar di Rumpun Cafe, depan Kantor Dinas PUPR, Pulo Sarok, Kecamatan Singkil.
Bukan sekadar memperebutkan gelar juara, turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi para pecatur daerah untuk menguji kemampuan sekaligus mencari bibit-bibit potensial yang dapat dibina menuju kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.
Ketua Panitia Turnamen, Faisal, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Percasi Aceh Singkil dalam membangun budaya olahraga yang kompetitif serta memperkuat pembinaan atlet catur di daerah.
“Turnamen ini bukan semata-mata ajang memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaring talenta-talenta muda sekaligus mempererat persaudaraan antarpeserta melalui olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, kecerdasan, dan etika,” ujar Faisal dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, turnamen diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan olahraga catur di Kabupaten Aceh Singkil.
Panitia akan menerapkan Sistem Swiss 5 Babak. Peserta terbuka bagi masyarakat Kabupaten Aceh Singkil yang telah mendaftarkan diri.
Menariknya, panitia menyiapkan hadiah pembinaan berupa uang tunai, trofi, dan sertifikat bagi para pemenang.
Juara I: Rp1.500.000
Juara II: Rp1.000.000
Juara III: Rp500.000
Juara IV: Rp300.000
Juara V: Rp200.000
Juara VI: Rp100.000
Sementara biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp25.000 per peserta.
Turnamen tersebut juga mendapat dukungan dari Bank Aceh sebagai sponsor. Dukungan ini menjadi bagian dari sinergi dalam mendorong pembinaan olahraga prestasi sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Aceh Singkil.
Percasi Aceh Singkil mengajak para pecinta catur dari berbagai kalangan untuk ambil bagian, mulai dari pelajar, mahasiswa, ASN, TNI/Polri, komunitas hingga masyarakat umum.
Faisal berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.
“Kami berharap turnamen ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi dapat menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan atlet-atlet catur berprestasi dan mengharumkan nama Aceh Singkil di berbagai kejuaraan pada masa mendatang,” katanya.
Dengan hadiah hingga Rp1,5 juta dan kesempatan menguji kemampuan dalam lima babak pertandingan, turnamen ini sekaligus menjadi panggung bagi para pecatur Aceh Singkil untuk membuktikan siapa yang paling piawai membaca langkah lawan di atas papan catur.
Penulis: Jamaluddin
Sumber: Diskominfo Aceh Singkil

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.