Oleh: Jamaluddin
Idul Fitri selalu datang dengan suasana yang sama takbir berkumandang, tangan saling berjabat, dan ucapan mohon maaf lahir dan batin terdengar di mana-mana.
Namun, di balik semua itu, ada satu pertanyaan yang jarang kita tanyakan pada diri sendiri: apakah kita benar-benar berubah?
Setiap tahun, kita meminta maaf dengan begitu mudah. Bahkan kadang hanya lewat pesan singkat yang dikirim ke banyak orang sekaligus.
Kalimatnya indah, penuh doa, dan menyentuh hati. Tapi setelah itu, hidup berjalan seperti biasa tanpa ada perubahan yang berarti.
Kita masih mudah marah. Masih suka membicarakan orang lain. Masih mengabaikan kejujuran dalam hal-hal kecil.
Seolah-olah, Idul Fitri hanya menjadi jeda sesaat, bukan titik balik.
Padahal, makna kembali ke fitrah bukan sekadar ritual tahunan. Ia seharusnya menjadi momentum untuk benar-benar memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih jujur, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.
Ironisnya, kita sering merasa sudah “selesai” hanya karena telah berpuasa sebulan penuh dan saling memaafkan di hari Lebaran. Padahal, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah itu.
Apa gunanya saling memaafkan jika kita terus mengulang kesalahan yang sama?
Apa arti kemenangan jika kita kembali kalah oleh kebiasaan lama?
Idul Fitri bukan tentang seberapa banyak ucapan yang kita kirim, atau seberapa meriah perayaan yang kita lakukan. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah tentang keberanian untuk berubah meski sedikit, tapi nyata.
Mungkin kita tidak bisa menjadi manusia sempurna dalam semalam. Tapi setidaknya, ada satu hal yang bisa kita perbaiki setelah Lebaran ini. Satu kebiasaan buruk yang kita tinggalkan. Satu kebaikan yang kita jaga.
Karena pada akhirnya, makna “kembali suci” bukan terletak pada apa yang kita ucapkan, melainkan pada apa yang benar-benar kita lakukan setelahnya.
Jangan sampai Idul Fitri hanya menjadi rutinitas tahunan yang datang, dirayakan, lalu dilupakan tanpa perubahan.
Penulis adalah Pimpinan Redaksi Media Singkil Terkini

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.