-->

 


KPA dan Forkopimda Aceh Singkil Gelar Coffee Morning

REDAKSI

SINGKILTERKINI.NET, ACEH SINGKIL - Komite Peralihan Aceh (KPA) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Singkil menggelar coffee morning, di Warung Pijay Coffe, Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Rabu (2/12/2020).


KPA Aceh Singkil yang hadir diantaranya Sarbaini, Makdan Sagala, Rahmad Pasaribu dan Jamaluddin. Sedangkan dari Forkopimda Aceh Singkil dihadiri Bupati Aceh Singkil Dulmusrid di wakili Asisten 1 Junaidi, Ketua DPRK Aceh Singkil Hasanuddin Aritonang, Dandim 0109/Aceh Singkil Letkol Czi Yudho Widiharto S.I.P, Kapolres Aceh Singkil diwakili Kasat Binmas AKP Herijal, dan Kajari Aceh Singkil di wakili oleh Edi Sutiadi.

Turut hadir dalam Kegiatan itu, Anggota DPR Aceh dari Partai Aceh Hj Asmidar, Anggota DPRK Aceh Singkil dari Partai Aceh, Aminullah Sagala, dan sejumlah Pengurus BRA dan PA Kabupaten Aceh Singkil.

“Rapat ini digelar untuk mempererat hubungan silahturahmi antara KPA Aceh Singkil dengan Forkopimda Aceh Singkil," kata Ketua Satpel BRA Kabupaten Aceh Singkil, Rahmad Pasaribu.

Firdaus sapaan akrab Rahmad Pasaribu menjelaskan acara Coffe Morning yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan difasilitasi oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kabupaten Aceh Singkil.

Dalam coffee morning ini, kata dia, selain membahas tentang pentingnya menjaga butir butir MOU Helsinki, demi tetap terwujudnya keamanan dan ketenteraaman di Kabupaten Aceh Singkil, juga ikut membahas terkait berbagai keluhan dari para mantan Kombatan GAM.

"Adapun keluhan keluhan yang perlu kami sampaikan dari para mantan combatan GAM, sebenarnya cukup banyak, karena apa yang tertera dalam butir butir Mou Helsinki, sampai saat ini belum terpenuhi, yaitu terkait ketersedian lahan bagi mantan kombatan GAM di Aceh Singkil," ujarnya.

Menurutnya, sudah 15 tahun Mou Helsinki berjalan, namun menyangkut kesejahteraan bagi para Mantan Kombatan GAM di Kabupaten Aceh Singkil hingga kini belum terealisasi.

Acara ini, tambahnya lagi, digelar untuk memperat tali silaturahmi antara mantan Kombatan GAM dengan Forkopimda Aceh Singkil, sehingga menjelang Milad GAM 4 Desember 2020, jangan sampai ada rasa was-was / rasa takutvdi tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Mantan Kombatan GAM, Makdan Sagala dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Aceh Singkil dan tamu undangan yang telah berhadir dalam acara Coffe Morning.

Ia meminta kepada Pemkab Aceh Singkil agar dapat segera merealisasikan ketersedian lahan bagi para mantan Kombatan GAM dan Masyarakat Korban Konflik.

Selain itu, Makdan Sagala yang akrab disapa Tgk Rimo juga meminta agar Pemkab Aceh Singkil dapat memperhatikan para keluarga atau anak mantan Kombatan GAM seperti dengan ikut serta memberikan bantuan bea siswa.

"Kami iklas menerima perdamaian ini, di Kabupaten Aceh Singkil ini masih terjaga apa yang kita katakan dengan atas nama keamanan. Untuk itu, tolong agar Pemkab Aceh Singkil, dapat mempertimbangkan keluhan keluhan yang telah disampaiakan para Mantan Kombatan GAM," sebutnya.

Sementara itu, Ketua KPA Aceh Singkil, Sarbaini dalam kesempatan yang sama diantaranya juga meminta kepada Pemkab Aceh Singkil untuk segera mungkin merealisasikan ketersedian lahan bagi para Mantan Kombatan GAM dan Masyarakat Korban Konflik.

Dalam kesempatan itu, anggota DPR Aceh, Hj Asmidar juga meminta agar Pemkab Aceh Singkil segera merealisasikan ketersedian lahan bagi para mantan Kombatan GAM dan Masyarakat Korban Konflik di Aceh Singkil.

Apalagi, sambungnya, di sejumlah wilayah Kabupaten/Kota salah satunya di Kota Subulussalam sudah merealisasikan ketersedian lahan bagi para mantan Kombatan GAM dan masyarakat Korban Konflik.

"Jika lahan untuk kesejahteraan para mantan Kombatan GAM dan Masyarakat Korban Konflik sudah tersedia, tentunya Kami di DPRA akan memperjuangkan setidaknya untuk anggaran pematangan lahan atau untuk kebutuhan yang lain," ujar Asmidar.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPA Aceh Singkil Sarbaini alias Agam dalam sambutannya mengungkapkan sejak tahun 2016, Pihak KPA Aceh Singkil selalu mengajukan anggaran, akan tetapi anggaran tersebut sampai dengan sekarang belum terealisasi.

Sarbaini juga menyampaikan, menjelang Milad GAM 4 Desember 2020, Ketua KPA Pusat Muzakir Manaf telah berpesan, bahwa tidak ada pengibaran Bendera Bulan Bintang.

"Kalau pun ada, itu bukan dari kami, kalau ada Bendera naik, jangan ditangkap dan jangan dipukul. Intinya, kami tidak pernah menginstruksikan untuk mengibarkan Bendera Bulan Bintang," sebutnya.

Dipenghujung penyampaiannya, Sarbaini juga meminta kepada Pemkab Aceh Singkil agar segera merealisasikan ketersedian lahan bagi mantan Kombatan GAM.

"Tolong lahan berikan kepada kami, dan kami berharap lahan yang diberikan bukan lahan yang bermasalah," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Dandim 0109/Aceh Singkil, Letkol Czi Yudho Widiharto S.I.P dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para KPA Aceh Singkil. Dimana pada kesempatan ini kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan Sehat.

"Pada kesempatan yang berbahagia ini, sebetulnya kita berkumpul bukan sampai disini saja, tetapi kedepannya kita berharap agar sering melaksanakan kegiatan seperti ini atau yang sering kita sebut dengan Cofee Morning," kata Dandim.

Dalam kesempatan biru, Dandim 0109/Aceh Singkil juga mengungkapkan bahwa dirinya baru beberapa bulan bertugas di Aceh Singkil, sehingga belum begitu banyak mendapatkan informasi.

"Kita punya kemauan dan keinginan bersama dalam menjaga keamanan, ketentraman dan kenyamanan bersama. Marilah kita tetap menjalin silaturahmi dan selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah, agar permasalahan yang ada dapat kita selesaikan dengan baik," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Singkil yang diwakili Asinten 1, Junaidi dalam sambutannya mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama menjalin komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

Disampaikan Junaidi, terkait dengan masalah kesejahtetaaan para Kombatan GAM, tentang ketersedian Lahan bagi Mantan Combatan GAM, membemarkan Jika Gubernur Aceh sudah memberikan surat kepada Pemkab Aceh Singkil untuk memberikan Lahan bagi para Mantan Kombatan GAM di Kabupaten Aceh Singkil.

Junaidi menjelaskan ada beberapa hal yang perlu untuk duduk bersama dalam menyelesaikan permasalahan Lahan bagi parA Mantan Kombatan GAM dan Masyarakat Korban Konflik di Aceh Singkil.

"Mengenai lahan ini, pertama sekali tentunya kita harus mencari lahan, kira kira dimana lokasinya, dulunya kita pernah melaksanakan pengecekan di kuala baru, dan wilayah Pulau Banyak, tetapi sangat sulit sekali untuk menyelesaikan Pembebasan lahan tersebut dikarenakan Lahan tersebut adalah lahan Observasi / Kawasan Louser," katanya.

Selanjutnya, ada lahan seluas 280 Ha yang berada di Areal HGU P T Nafasindo yang dulunya dikelola oleh PT. Nafasindo dan saat ini sudah diserahkan kepada Pemda Aceh Singkil, dan yang namanya Asset Pemda tentunya ada Prosesnya.

"Intinya adalah bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, kita harapkan lahan bagi Kombatan GAM Kabupaten Aceh Singkil bisa teresailisasi secepatnya. Dan melalui kegiatan ini, kita harapkan bersama dapat memberikan masukan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan masalah," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRA Aceh Asmidar dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dimana pada pagi hari dapat duduk bersama dalam acara Cofee Morning bersama KPA dan Forkopimda Kabupaten Aceh Singkil.

Asmidar menjelaskan menjelang Milad GAM tanggal 4 Desember 2020, Sesuai dengan instruksi dari Ketua KPA Pusat Muzakir Manaf, diarahkan untuk melaksanakan Doa bersama dan pemberian santunan kepada Anak Yatim.

"Saya sebagai anggota DPRA Aceh, hanya dapat menampung Aspirasi dari kita semua, perlu kita ketahui bahwa kalau tidak ada MoU maka tidak akan ada Dana Otsus," tegas Asmidar yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PA Kabupaten Aceh Singkil.

Terkait dengan ketersediaan Lahan bagi para mantan Kombatan GAM, diharapkan agar dapat diselesaikan oleh Pemkab Aceh Singkil melalui pendekatan-pendekatan, demi terwujudnya kebutuhan masyarakat.

Berbicara mengenai hutan lindung, ataupun hutan produksi, sambungnya, agar di cek kembali, jangan sampai apa yang dikatakan dengan hutan Lindung, tetapi di dalamnya ada HGU Perusahaan.

"Untuk itu, jangan segan-segan berkomunikasi dengan saya, mari kita saling bekerja sama, saling berkomunikasi, semoga kedepan kita dapat berkumpul kembali dalam acara seperti ini," ujar Asmidar yang juga ikut melaksanakan kegiatan Rises dengan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Aceh Singkil, diwakili Kasat Binmas AKP Herijal dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Kapolres Aceh Singkil dikarenakan tidak dapat hadir, karena sedang melaksanakan kegiatan.

"Mari kita saling menjaga, saling mengingatkan, saling berkomunikasi demi terciptanya keamanan dan kenyamanan di Kabupaten Aceh Singkil," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Kasat Binmas juga mengajak kepada para pihak untuk bersama-sama menjaga protokol kesehatan. Apalagi, tambahnya, kesehatan itu mahal harganya.

Ketua DPRK Aceh Singkil, Hasanuddin Aritonang, dalam sambutannya diantaranya menjelaskan bahwa mengenai lahan bagi mantan Kombatan GAM, DPRK Aceh Singkil sangat mendukungnya.

"Berbicara mengenai anggaran, anggaran di Kabupaten Aceh Singkil sangat terbatas demikian juga dengan dana Otsus. Untuk itu, Mari kita sama-sama mengawal perdamaian ini, agar Aceh Singkil tetap aman, nyaman dan tentram," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kajari Aceh Singkil yang diwakili oleh Edi Sutiadi, menyampaikan bahwa ada permasalahan lahan bagi Mantan Kombatan GAM sebagaimana yang diamanatkan dalam butir butir MoU Helsinki.

Mengenai lahan tersebut, kata Edi, sebenarnya sebelumnya sudah dibahas. Hanya saja, masih terkendalai secara teknis, jangan sampai lahan yang akan diberikan adalah lahan yang bermasalah.

"Kami dari Kejakssaan Kabupaten Aceh Singkil sangat mendukung jalannya perdamaian di Kabupaten Aceh Singkil ini," sebutnya.

Dikesempatan yang sama, Sarifuddin Bancin selaku Kader Partai PA Kabupaten Aceh Singkil menambahkan bahwa Hari ini kita sadar bahwa kesejateraan yang kita dapatkan adalah tidak terlepas dari bagian perjuangan konflik Aceh.

"Saran saya, apabila kedepan ada pembahasan mengenai anggaran, agar dapat melibatkan pihak KPA," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Jirin (Kader Partai PA) menyebutkan Lahan seluas 280 Ha, katanya lahan eks transmigrasi, dimana lahan tersebut saat ini menjadi Asset Pemda Aceh Singkil, Hasil produksinya kemana ? Apakah di kelola oleh Pemda Aceh Singkil atau dikelolah oleh pihak ketiga.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini, lahan bagi Mantan kombatan GAM, sampai sekarang belum ada titik terangnya.

Dipenghujung acara, Anggota DPRK Aceh Singkil dari Partai PA, Aminullah menyebutkan jika kita meninjau kembali dari apa yang telah disampaikan, hal tersebut merupakan bagian dari sejarah.

"Untuk itu, jangan pernah melupakan sejarah, Indonesia merdeka karena melawan penjajahan, begitu juga dengan di Aceh, pada akhirnya disepakati sebuah Perdamaian MoU Helsinki, dan kembali kepada ibu Pertiwi - NKRI," sebutnya.

Terkait Milad GAM tanggal 4 Desember 2020, sambungnya, secara khusus tidak ada perintah/Komando dari Ketua KPA Pusat Muzakir Manaf, kalaupun ada, marilah kita lihat bersama, siapa pelakunya dan apa tujuannya.

Pantauan acara Coffe Morning yang dipandu oleh Moderator Irwansyah diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Anggota DPRK Aceh Singkil, Aminullah Sagala. (Jamaluddin)
Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini