-->
  • Jelajahi

    Copyright © Singkil Terkini
    Penerbit PT Media Singkil Terkini

    Iklan

    Hadiri Sosialisasi Adaptasi dan Tatanan Normal Baru, Begini Kata Dandim Subulussalam

    REDAKSI
    Saturday, August 22, 2020, Saturday, August 22, 2020 WIB Last Updated 2020-08-22T17:56:01Z

    SINGKILTERKINI.NET, SUBULUSSALAM -  Komandan Kodim 0118/Subulussalam (Dandim) Letkol Inf Winas Kurniawan, S.I.P., M.Tr(Han) menghadiri sosialisasi adaptasi dan tatanan normal baru (new normal) kepada Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), tokoh agama umat kristiani dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Kota Subulussalam.

    Sosialisasi itu berlangsung di ruang sekretariat Tim Gugus Covid-19 Kota Subulussalam Desa Subulusalam Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam, Aceh, pada Sabtu 22 Agustus 2020.

    Sementara itu, Wakil Walikota Subulussalam, Drs.Salmaza MAP mengatakan bahwa tim gugus sudah banyak berbuat dan akhirnya kita tidak mampu mempertahankan zona hijau tersebut dan status kita sekarang sudah zona merah.

    "Penanganan Covid-19 menjadi tugas kita bersama mulai semua komponen masyarakat. Dan terkait alat rapid tes itu perlu disiapkan guna memeriksa orang yang akan keluar  masuk daerah kita," ujarnya.

    Untuk pelaksanaan pesta, sambungnga, perlu ada izin dari Kepala Desa, Polsek dan Camat di wilayah masing - masing. Apalagi, tambahnya, kondisi pandemi perlu dipahami dan dimaklumi semua pihak saat ini kondisi kita sudah sangat darurat.

    "Kami harapkan peranan pengurus agama ini dalam memberikan pemahaman kepada jamaahnya untuk menerapkan protokol Kesehatan," sebutnya.

    Sementara itu, Dandim 0118/Subulussalam Letkol Inf Winas Kurniawan S.I.P., M.Tr (Han) menyebutkan bahwa kita telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak dari unsur Pemerintah, Tokoh agama, Tokoh masyarakat dan lain sebagainya.

    "Kami mengharapkan setiap instansi menerapkan protokol kesehatan dan kita perlu awali dari instansi Pemerintah guna mendukung protokol kesehatan dan memberi contoh kepada masyarakat," ujarnya.

    Dandim juga mengharapkan peran aktif para tokoh agama dalam mengambil peran untuk mendukung Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    "Perlunya kelengkapan protokol kesehatan kita siapkan untuk pengamanan pribadi seperti masker, hand sanitizer, Fungsi kami sebagai pengendalian dan pengawasan di lapangan dalam hal untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19," sebutnya.

    Sebelumnya, Ketua Pelaksana Tim gugus percepatan penangan Covid-19, Khainuddin SKM MAP, mengatakan bahwa COVID-19 adalah Jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit Pernapasan yang bernama COVID 19. 

    Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakítnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-ncov dan merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS dengan Gejalanya meliputi Demam > 38°C, Batuk dan Pilek, Sesak Nafas (Pneumonia), Nyeri Tenggorokan dan 85 % Tanpa Gejala tetapi bisa menularkan.

    Dijelaskannya, bahwa sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus - kasus yang tertentu infeksi dapat menyebabkan pneumonia dan kesulitan bernapas. 

    Pada sebagian kecil kasus infeksi virus corona, kata Dia, bisa berakibat fatal. Orang lanjut usia (lansia) dan orang - orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.

    Dijelaskannya, bahwa penularan COVID-19 dapat melalui percikan ludah atau droplet dari penderita COVID-19. Hasil penelitian WHO, bahwa Covid-19 bisa bertahan di udara melayang-layang s/d 8 jam sesudah keluar dan tubuh penderita saat bersin atau batuk.

    Dia juga menyebutkan bahwa sampai saat ini belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.

    Sebagian besar pasien sembuh karena perawatan untuk gejala yang dialami. Beberapa perawatan spesifik saat ini tengah diteliti, dan akan melalui uji klinis. WHO membantu mempercepat upaya penelitian dan pengembangan dengan sejumlah mitra. 

    Mengingat pencegahan dan Penanganan covid-19 ini harus bersifat terstruktur dan masif maka pemerintah Kota Subulussalam mengeluarakan beberapa regulasi yang sudah diramu/diracik semudah mungkin untuk dipahami dan diterap sebagai landasan atau legal standing dalam penanganan covid-19 di Kota Subulussalam dengan tujuan mengatur semua lini baik individu, lembaga, sampai ke pemerintah kampong untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

    Adapun regulasi yang sudah dibentuk meliputi Perwal 88 Tahun 2020, SK Walikota Subulussalam New Normal di Masyarakat Kota Subulussalam, SE Penerapan New Normal di SKPK dan SE bagi masyarakat Kampung New Normal.

    Sementara itu, Ketua FKUB Kota Subulussalam, Karlinus mengatakan bahwa peraturan sebelum new normal sudah bagus. Namun, setelah new normal menjadi masalah dan anggapan masyarakat sudah normal lagi dan aturanpun sudah kendor.

    Menurutnya, banyak masker yang sudah beredar dan sekarang sudah tidak ada lagi di masyarakat mohon kiranya diberikan bantuan masker agar masyarakat bisa kembali mentaati protokol Kesehatan.

    Keramaian di lapangan, sambungnya, seperti pesta, ta'ziah dan ibadah di rumah ibadah sangat riskan, maka dari itu perlu untuk di cari solusi dan ketegasan di lapangan serta jangan ada pilih kasih yang bisa menimbulkan kecemburuan sosial. "Mari kita lebih aktifkan lagi sosialisasikan kepada masyarakat," anaknya.

    Dalam kesempatan itu, Jubir Gugus Tugas, Baginda, SH. MM mengatakan bahwa pihaknya sudah sering melaksanakan kegiatan rapat di gugus tugas ini dan rapat sudah silih berganti. 

    Bahkan banyak hal-hal negatif di medsos yang mengomentari hal yang tidak baik, seolah-olah pandemi ini akal-akalan tim kesehatan dan TIM Gugus. "Untuk itu, Kami perlu dukungan kepada tokoh agama dan ormas untuk memberikan pemahaman bahwa pandemi ini sangat meresahkan," ujarnya.

    Di Subulussalam, sambungnya, kesadaran masyarakat dalam hal pengunaan Masker sangatlah rendah. Untuk itu Ia mengajak semua pihak untuk bersama - sama menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

    "Mohon dukungan tokoh agama untuk memberikan sosialisasi kepada jamaatnya untuk menggunakan medsos dengan baik dan mengikuti protokol kesehatan," harapnya.

    Selanjutnya, pengurus GMII, Pendeta Bangun Sihombing menjelaskan bahwa jamaah GMII sangat luas, ada istilah ungkapan kalau orang beriman tidak terkena dan itu tidak benar.

    "Informasi kepada kami sangat lemah kami berharap membuat brosur dan himbauan sehingga warga yang jauh mendapat kan informasi," ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa mensosialiasi jangan hanya sekedar jaga jarak dan pakai masker perlu juga ada penambahan seperti jaga daya ketahanan tubuh seperti Imun. "Pemberian multivitamin juga perlu diberikan kepada masyarakat," sarannya.

    Dalam sosialisasi itu ikut dihadiri, Pengurus TAPKS (TIM Asistensi Percepatan Pembangunan Kota Subulussalam), Nobuala Halawa SH.MH, Pengurus GKPPD Penanggalan Pdt. H.Sinurat, Pengurus Gereja Katolik, Rianto Anak Ampun, Wakil Ketua Mpc PP, Subangun Berutu, Pengurus Gereja GKPPD Jontor An.Robinson Sinamo, dan pengurus jamaah wanita Katolik, Idanesa br. Banurea. (Hendra)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Headline

    +