-->
  • Jelajahi

    Copyright © Singkil Terkini
    Penerbit PT Media Singkil Terkini

    Iklan

    Air Sungai Lae Soraya Melupap, Sejumlah Desa di Kecamatan Rundeng Terendam Banjir

    REDAKSI
    Sunday, November 03, 2019, Sunday, November 03, 2019 WIB Last Updated 2019-11-04T01:31:19Z

    SINGKILTERKINI.NET, SUBULUSSALAM - Sejumlah Desa di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam mulai terendam banjir menyusul meluapnya Lae (Sungai) Souraya akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya. Minggu, (3/11/2019)

    "Laporan sementara sudah dua Desa di Kecamatan Rundeng yang terendam banjir akibat luapan Sungai Lae Soraya," kata Dandim 0118/Subulussalam Letkol Inf Winarko, S.Ag,M.Tr (Han) melalui Plh Danramil 02/Rundeng Kapten Inf Yasrizal kepada Singkilterkini.net.

    Kedua Desa tersebut yaitu, Desa Panglima Saman, Desa Oboh dan seputaran bantaran sungai di wilayah Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam.

    Menurut Danramil, Banjir yang mulai merendam pemukiman penduduk dan fasilitas umum di Desa Panglima Sahman dan Desa Oboh, akibat hujan deras yang berkepanjangan di wilayah Kecamatan Rundeng dan sekitarnya sehingga mengakibatkan meningkatnya besaran Air di Sungai Lae Soraya.

    Meluapnya iir sungai Lae Soraya, kata Danramil tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan diwilayah Kecamatan Rundeng, tetapi diakibatkan tingginya curah hujan yang melanda di sejumlah Daerah di Provinsi Aceh yang air hujan mengalir kesuangai Lae Soraya.

    Disampaikan Kapten Inf Yasrizal, bahwa pihaknya bersama unsur Muspika Rundeng terus memantau perkembangan banjir.

    "Tadi para personil juga sudah dikerahkan kelokasi untuk melihat kondisi banjir, termasuk membantu warga yang ikut melintas, dikarenakan akses jalan sudah terendam banjir," tutur Kapten Inf Yasrizal.

    Ditambahkannya, bahwa debit air Lae Souraya saat ini terus mengalami peningkatan, dan sudah memasuki sebagian rumah warga yang berada di pinggiran Sungai Lae Soraya.

    "Untuk Desa Panglima Saman ketinggian air rata - rata mencapai 10 hingga 20 Cm, sedangkang Desa Oboh ketinggian air rata-rata mencapai 15 cm hingga 20 cm," jelasnya.

    Danramil menyebutkan, kendatipun sejumlah kawasan dan rumah penduduk mulai terendam banjir, masyarakat masih bertahan dirumah masing-masing dan waspada terhadap kemungkinan terjadi banjir yang lebih besar.

    "Kepada Masyarakat terutama yang tinggal dikawasan bantaran sungai Lae Soraya diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir yang lebih besar," Imbaunya. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    No comments:

    Post a Comment

    Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

    Terkini

    Headline

    +