-->

Guru Terpencil, Gelar Aksi Demonstrasi

REDAKSI
Ketua Kobar-Gb Aceh Singkil,M.Najur bersama sejumlah Guru dari Daerah
terpencil saat mengelar Aksi unjuk rasa, dikantor Disdik Aceh Singkil

(Singkil) – Sejumlah Guru yang tergabung dalam Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Aceh Singkil, Selasa (17/05/2016) telah mengelar aksi Demonstrasi Damai di kantor Dinas Pendidikan Aceh Singkil.

Sebelum mengelar aksi demonstrasi, Para guru yang mayoritas didominasi asal Kecamatan pulau banyak dan daerah terpencil lainnya terlebih dahulu berkumpul di simpang Tugu BPD Aceh Singkil desa pulo sarok kecamatan Singkil. 

Dengan berjalan kaki dan membawa spanduk yang berisikan tuntutan, para demonstran tersebut turut serta mendapat pengawalan yang ekstra ketat dari aparat keaman. Setiba dikantor disdik, para demonstran sambil membentangkan sepanduk lalu berorasi silih berganti.

Dalam orasinya, para demonstran menyatakan dirinya merasa kecewa dengan sikap Disdik Aceh Singkil yang tidak peduli dan tidak serius dalam memperjuangkan hak-hak mereka seperti tunjangan Guru terpencil
layaknya guru-guru terpencil lainnya yang ada di kabupaten/kota dalam provinsi Aceh.

Para Pendemo Saat Membentangkan Sejumlah Sepanduk

Menurut para pendemo, pulau banyak dan pulau-pulau sekitarnya digolong kan sebagai daerah sangat terpencil, apalagi sampai saat ini didaerah tersebut jalannya tidak teraspal, bahkan kenderaan roda 4 dan angkutan lainnya serta Bank juga tidak ada.

Letaknya juga sangat jauh dari daratan ibu kota Aceh Singkil dan tidak ada transportasi laut atau kapal penyebrangan kecuali Boat Ikan Nelayan dengan waktu tempuh 4 Jam perjalanan mengarungi laut luas.

Oleh sebab itu, mereka meminta Pemda Aceh Singkil untuk serius dalam memperjuangkan nasib para guru dan mendesak kadisdik Aceh Singkil untuk segera membayar dana rapelan kekurangan pembayaran tunjangan sertifikasi guru tahun 2014 lebih kurang untuk 500 orang guru dengan jumlah uang berkisar Rp.800.000 juta lebih.

Tidak cukup sampai disitu, M.Najur mantan Guru SMPN 2 Singkil yang telah meraih gelar Master Pendidikan itu yang juga selaku Ketua Kobar-GB Aceh Singkil dalam orasinya juga mendesak Kajati Aceh dan Kajari Singkil untuk segera dan memeriksa oknum pejabat disdik Aceh Singkil yang diduga telah mengelapkan dana kekurangan pembayaran tunjangan sertifikasi untuk 500 orang guru tahun 2014 yang nominalnya mencapai Rp 800 juta.

" Kami juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengusut tuntas tentang adanya dugaan suap oknum Kadisdik Aceh Singkil saat mendapatkan jabatan nya sebagai Kadisdik," ungkap sebut Najur.

Selanjutnya, para demonstran juga mendesak Bupati Aceh Singkil untuk segera meninjau kembali jabatan Kadisdik Aceh Singkil di karena yang bersangkutan tidak peduli dan tidak memperjuangkan hak-hak mereka sebagai Guru yang bekerja didaerah Terpencil terutama Pulau banyak dan sekitarnya.



" Hari ini, kami meminta Bupati Aceh Singkil untuk mengembalikan saudara M.Najur S.Pd sebagai guru SMP Negeri 2 Singkil dari jabatan baru nya sebagai staf di sekretariat kecamatan pulau banyak barat terhitung 1 Mei 2016, apalagi SK mutasinya terhadap M.Najur dititip melalui kepala sekolah SMPN 2 Singkil tanpa Expedisi dan berita Acara Serah Terima dengan M.Najur," Beber Yusril yang juga selaku Ketua Kobar Gb Kecamatan Pulau Banyak.

Yusril menjelaskan semua guru yang ada di Pulau Banyak dan daerah terpencil lainya untuk dapat diberikan tunjangan yang sama dan diminta Dinas Pendidikan Aceh Singkil untuk segera mengeluarkan SK guru daerah terpencil, dan jika hal itu tidak di indahkan maka para guru mengancam akan melakukan mogok mengajar.

Yusril juga menambahkan Pulau Banyak merupakan salah satu daerah yang terpencil, sayangnya masih ada guru yang tidak mendapatkan tunjangan daerah terpencil. Sebaliknya oknum guru yang tidak mengajar di daerah terpencil ikut mendapatkan tunjangan. *
Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini