SINGKILTERKINI.NET,ACEH SINGKIL – Personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Aceh Singkil melakukan pengawalan ketat terhadap massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Pemuda Aceh Singkil saat menggelar unjuk rasa di Gedung DPRK Aceh Singkil, Kamis (4/9/2025).
Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas berangkat dari Lapangan Bola Meriam Sipoli, Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah. Dari titik kumpul itu, mereka bergerak menuju kantor dewan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara.
Dengan kawalan polisi, rombongan menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Setibanya di dekat lokasi, massa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil meneriakkan yel-yel dan orasi singkat.
Petugas Sat Lantas menutup sementara sejumlah ruas jalan yang dilalui rombongan. Penutupan dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan mengantisipasi kemacetan akibat membludaknya massa.
Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas IPTU Rerit Oktafiandi, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan pengawalan ini merupakan bagian dari pelayanan kepolisian dalam menjamin kebebasan menyampaikan pendapat.
“Kami mengawal jalannya aksi agar tertib, aman, serta tidak mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas,” ujar IPTU Rerit.
Setiba di gedung dewan, mahasiswa langsung menggelar orasi secara bergantian. Spanduk bertuliskan “Aceh Singkil Gelap” dibentangkan di barisan depan, diikuti poster dengan berbagai sindiran terhadap kebijakan pejabat.
Tak hanya itu, mahasiswa juga sempat berjoget di tengah kerumunan massa. Aksi tersebut menjadi sorotan warga, namun mahasiswa menegaskan joget itu hanyalah bentuk sindiran atas sikap DPR RI yang sempat berjoget dalam forum resmi.
Meski diwarnai aksi joget, suasana tetap kondusif. Aparat kepolisian bersama Satpol PP dan TNI berjaga di lokasi hingga aksi selesai. Mahasiswa pun menutup unjuk rasa dengan tertib.
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, Ketua DPRK H. Amaliun, serta Wakil Ketua Darto dan Wartono, SH, didampingi anggota serta unsur forkopimda hadir langsung menemui massa.
Bahkan, tuntutan mahasiswa akhirnya ditandatangani oleh Bupati dan tiga pimpinan DPRK sebagai bentuk komitmen tindak lanjut. (Jamal)


Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.