ACEH SINGKIL, SINGKILTERKINI.NET - Petugas kesehatan membagikan masker di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Selasa (24/9/2019).
Hal ini akibat kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Gunung Meriah Haryono, AMK menyampaikan, pembagian masker ini dilakukan mengingat kondisi kabut asap yang memprihatinkan.
"Hari ini kami bersama Muspika Gunung Meriah membagikan 750 masker ke anak-anak sekolah SMPN 1 Gunung Meriah," ucap Haryono saat diwawancarai Singkilterkini.net, Selasa.
Masker ini, lanjutnya, berguna untuk mencegah penyakit sesak napas dan penyakit lainnya akibat kabut asap tersebut.
"Hari ini, Masker tidak hanya dibagikan ke anak Sekolah SMPN 1 Gunung Meriah, tetapi Masker juga ikut dibagikan diantaranya ke anak SMPN 3 rimo, SDN Tulaan, SDN Blok VI Baru dan SDN 3 Rimo," ujarnya.
Haryono berharap para guru dan orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di luar sekolah maupun di luar rumah. "Kalau tidak ada kegiatan betul-betul penting, anak-anak tetap saja di dalam kelas atau di rumah," tegasnya.
Selain di sekolah, lanjut Dia, pembagian masker juga sudah dilakukan pada Senin (23/9/2019) di lingkungan masyarakat diantaranya seperti di Simpang Pos Lantas Rimo dan Simpang SPBU Rimo. "Jumlah Masker yang akan dibagikan ke masyarakat sebanyak 3500 lembar," sebut Haryono.
Untuk itu, Ia meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan tersebut, karena berbahaya bagi kesehatan.
"Kabut Asap ini juga berbahaya, karena dapat merusak saluran pernapasan. Sehingga dapat menyebabkan ISPA, sesak napas, batuk dan filek," tutupnya.
Sementara itu, Camat Gunung Meriah Drs Johan Pahmi Sanip didampingi Kapolsek Gunung Meriah IPTU Arga A Siregar, Danramil 03/Gunung Meriah Kapten Inf Dahlius dan Kepala KUA Gunung Meriah Kamraini, S.Ag menambahkan, kegiatan pembagian masker yang dilakukan Puskesmas Gunung Meriah merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak sekolah dan masyarakat.
"Tadi kami bersama puskemas dan Polsek, Danramil serta Kepala KUA ikut membagikan masker di SMPN 1 Gunung Meriah dan ke masyarakat. Karena kabut asap saat ini bahaya bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak," ungkap Sanip sapaan Camat Gunung Meriah.
Sanip juga mengimbau masyarakat untuk bisa mengantisipasi dampak karhutla ini. Terutama bagi anak-anak yang sering bermain di luar rumah maupun sekolah.
"Kami berharap kepada guru dan orang tua untuk menjaga anak-anak agar tidak bermain di luar kelas maupun keluar rumah," ucapnya.
Bukan hanya itu, Dia juga mengimbau kepada masyarakat di Kecamatan Gunung Meriah untuk tidak melakukan Pembukan Hutan dan Lahan dengan cara dibakar, dikarenakan asap yang ditimbulkan dapat berdampak bagi kesehatan manusia.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Gunung Meriah, Bakhtiar Hasugian menyampaikan terima kasih atas bantuan masker dari pihak puskesmas Gunung Meriah. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kecamatan dan Muspika Gunung Meriah.
Dikatakannya, saat ini aktivitas belajar mengajar masih tetap normal, meski kabut asap dampak karhutla sedang melanda wilayah Kecamatan Gunung Meroah sejak beberapa hari terakhir.
"Anak-anak tidak kami perbolehkan beraktivitas di luar kelas. Sekolah juga menyediakan air minum, supaya mereka tidak keluar mencari minum lain," terangnya.
Ditambahkannya, hingga saat ini, belum ada anak-anak sekolah yang terdampak dari kabut asap tersebut. "Saat ini belum ada dampak bagi kesehatan murid," tutupnya. (Jml/Red)






Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.