-->

PSI Aceh menghimbau RSUZA dan Pemerintah Aceh segera berbenah

REDAKSI

Banda Aceh - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, mengutuk kebiadaban kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di RSUZA Banda Aceh baru-baru ini. Selain meminta polisi segera menahan SR (19), tenaga cleaning service yang diduga sebagai pelaku, PSI juga meninta pihak RSUZA bertanggung jawab.

Sekjen DPW PSI Aceh, Yuli Zuardi Rais melihat kasus ini sebagai 'fenomena gunung es' dari problem pelayanan kesehatan di Aceh selama ini, yang bisa saja juga terjadi di Rumah Sakit di tempat lain di Aceh.

"Sangat disayangkan RSUZA dengan akreditasi terbaik dan paripurna, tapi masih abai terhadap SOP yang semestinya berjalan baik. Jika RSUZA saja begitu, bagaimana dengan manajemen Rumah Sakit di Kabupaten/kota dan Puskesmas?," ungkap Yuli (17/10/2017).

Menurutnya, Pemerintah Aceh yang sejak awal konsern tentang program kesehatan JKA-plus, ikut bertanggung jawab untuk segara berbenah soal SOP rumah sakit yang mesti menjamin kenyamanan dan kepastian bagi pasien di Aceh.

"Tidak hanya soal pelecehan, ini juga momentum bagi RSUZA serta Pemerintah Aceh agar memeriksa lagi standar pelayanannya termasuk soal prosedur rujukan hingga sistem antrian di apotek yang kerap dikeluhkan oleh pasien" kata Yuli.

Ia juga mengingatkan soal fasilitas yang dimiliki, jika ditinjau mutu fasilitas dan peralatan medis rumah sakit RSUZA tak kalah dari RS di luar negeri. Bahkan, mendapat akreditasi paripurna. Namun, layanan nonmedis kerap diabaikan. 

"Layanan nonmedis itu berupa kecepatan pelayanan, kesempatan berkomunikasi leluasa, dan penjelasan tentang tindakan serta obat. RSUZA juga perlu tingkatkan kemampuan komunikasi pegawai, misalnya manajemen, dokter, dan perawat" tutupnya. [rls]
Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini