SINGKILTERKINI.COM | Dalam rangka mengigatkan Peristiwa yang terjadi di masa lampau atau tepatnya di tahun 1965. Beberapa Organisasi Kemasyarakatan, Karang Taruna maupun komunitas yang ada di Kediri, menggelar nonton bareng (nobar) tayangan Film G30S PKI, di PAUD Kelurahan Ringinanom. Rabu (20/09/2017).
Penayangan Film G30S/PKI tersebut mendapat sambutan positif dari warga Kelurahan Ringinanom, yang notabene mayoritas belum pernah merasakan masa-masa era 1960an.
Kardiono, selaku koordinator penyelenggara nobar penayangan Film G30S/PKI, mengakui memang belum pernah merasakan masa-masa era 1960an. Namun, mereka hanya mengetahui melalui pengetahuan di masa-masa sekolah dulu, sejarah yang tertulis dalam buku juga menceritakan apa yang pernah terjadi di tahun 1965.
"Kita menginginkan agar generasi masa kini dapat mengetahui sejarah bangsa. Apalagi, saat ini, banyak generasi muda kita yang kurang mengetahui apa yang pernah terjadi di tahun 1965 dan apa yang pernah terjadi sebelum tahun 1965", sebutnya.
Sebagai penyelenggara, Kardiono sengaja mengundang Danramil Kota dan Kapolsek Kota untuk bersama-sama berbaur dengan warga Kelurahan Ringinanom untuk menyaksikan tayangan film tersebut.
Selain itu, dalam tayangan Film tersebut juga menggambarkan bagaimana paham komunisme itu tidak sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia dan sangat tidak ideal dipraktekan di negeri ini.
“Sekarang ini, semua serba instant, informasi begitu mudah berkembang lewat medsos. Dulu sewaktu saya masih sekolah, tidak ada yang memperdebatkan Pancasila, tetapi sekarang “otak atik gathuk” seringkali kita jumpai.
"Ujungnya ,Pancasila ditabrakan dengan agama, padahal Pancasila dengan agama berbeda, apalagi Pancasila sama sekali tidak mengganggu agama,” kata Kardiono dalam sambutannya.
Berbeda dengan Kardiono, Ketua RW, Musrikan memang terlahir di tahun 1960an, tetapi pada waktu itu, usianya masih terlalu muda dan belum tahu apa-apa.
Kendati demikian, Musrikan masih beruntung bisa mengetahui peristiwa tersebut lewat buku-buku pelajaran sejarah bangsa, ketimbang generasi masa kini.
”Kita mengadakan nobar ini ,murni hanya sekedar mengingatkan, tidak lain tidak bukan. Harapan kita, generasi muda masih ingat apa yang sudah pernah terjadi di masa lalu. Mengingat sejarah sangat baik untuk mengetahui identitas kita, bangsa kita,” kata Musrikan. [PendimKediri]
