-->

Diwilayah Korem 011 Lilawangsa Masyarakat Manfaatkan Cafe Nonton Bareng Film G30S/PKI

REDAKSI

SINGKILTRKINI.COM l Masyarakat di Wilayah jajaran Korem 011/Lilawangsa, Provinsi Aceh sangat antusias ingin menyaksikan Film tentang sejarah bangsa, yaitu film kekejaman yang dilakukan oleh Gerakan Partai Komunis Indonesia (G-30S/PKI).

Di Aceh, biasanya warung Kopi dan Cafe merupakan tempat nogrong masyarakat untuk selain dijadikan sebagai sarana komunikasi, namun juga dijadikan sebagai tempat menyaksikan pertandingan bola, termasuk salah satunya ikut menonton bersama pemutaran Film G30S/PKI. 

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 011/Lilawangsa Mayor Inf Abdul Rajab, menjelaskan, bahwa berdasarkan laporan dari satuan jajaran Korem 011/Lilawangsa, bahwa saat ini masyarakat kerap memanfaatkan warung Kopi dan Cafe untuk dijadikan sebagai sarana komunikasi, Nonton bola bersama, Nonton Berita, hingga Nonton Pemutaran Film G30S/PKI.

Selain itu, Ia juga ikut menyaksikan langsung seperti diwilayah Kota Lhokseumawe, dimana selain Warung Kopi, masyarakat juga kerap nongkrong di Cafe. Selain dijadikan sebagai tempat menikmati secangkir kopi, namun juga dijadikan sebagai tempat berkomunikasi hingga tempat menonton TV atau layar Tancap bersama.


Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh ratusan masyarakat Simpang Buloh Kota Lhokseumawe yang ikut serta menonton bareng (Nobar) pemutaran Film Pengkhianatan Gerakan 30 September atau yang lebih dikenal dengan singkatan G-30S/PKI, yang di putar melalui layar tancap di Cafe dr.Kupi Simpang Buloh, Kota Lhokseumawe, Rabu Malam (20/9/17).

"Kita sempat menanyakan kepada salah satu penonton yang berkebetulan menjabat sebagai Mukim yang berdomisili di Desa Buloh Fajar tamatan SPDN, yang menyebutkan jika pemutaran film pengkhianatan G30S PKI merupakan salah satu sejarah yang harus diketahui oleh para generasi muda Aceh kususnya para pemuda dan masyarakat di Sp Buloh kota Lhokseumawe ini," sebut Mayor Inf Abdul Rajab.

Pemutaran film tersebut sebagai pelajaran bagi generasi muda dan masyarakat dikaranakan pengkhianatan G30S PKI itu  sudah dan pernah terjadi di Indonesia. 

"Apalagi, dalam film tersebut juga dinilai banyak mengandung nilai sejarah yang harus untuk diketahui, dan ini sangat berguna bagi seluruh anak bangsa, khususnya para generasi muda", katanya.

Selain itu, pemutaran film G30S/PKI juga bertujuan agar para pemuda tidak melupakan jasa para pahlawan, pemutaran Film G30S PKI sebagai cerminan dari sejarah yang kelam, dan bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah atau pun untuk menumbuhkan rasa dendam yang baru. 

Melainkan, untuk memberikan gambaran jangan sampai peristiwa yang pahit dan hitam tersebut terjadi lagi, terlebih sampai para generasi muda kita terpengaruh dan terkotak-kotak yang akhirnya bisa terjadi seperti peristiwa kelam G30S PKI.

Pada kesempatan yang sama, Riza (45) selaku warga setempat menyampaikan masyarakat Aceh, khususnya Masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara sangat mendukung pihak TNI untuk memutar Film penuh sejarah tersebut, seperti yang dikatakan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Riza menyebutkan, sebagai masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh sangat setuju dan mendukung sepenuhnya  dengan apa yang dikatakan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk memutar film G30S/PKI.

Begitu juga seperti yang telah banyak diberitakan diseluruh media atas ajakan Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono yang akan mengelar Nonton bersama di Lapangan Sudirman Lhokseumawe oleh Korem 011/Lilawangsa.

“Kami masyarakat sangat setuju dan mendukung sepenuhnya pemutaran film tentang sejarah bangsa tersebut, anak-anak kami jugak tidak tau tentang sejarah bangsa dulu”, tegas Riza. [ Laung]

Komentar Anda

Berita Terkini