-->

Kodim 0109 Singkil Gelar Upacara Memperingati Hari Lahir Pancasila

REDAKSI
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Makodim 0109/Singkil

SINGKILTERKINI| Komando Distrik Militer (Kodim) 0109/Singkil menyelenggarakan Upacara memperingati hari Lahir Pancasila di lapangan Makodim 0109/Singkil, Jalan Rimo - Singkil, Desa Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil. Kamis (1/6/2017) sekitar pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat.

Bertindak sebagai Inspektur upacara dipimpin oleh Dandim 0109/Singkil Letkol Kav Kapti Hertantyawan yang diwakili oleh Danramil 02/Singkil Kapten Inf.Zetro dengan Komandan upacara dipimpin oleh Danramil 01/Pulau Banyak Letda Inf.Agus Subiantoro. Sedangkan Perwira upacara dipimpin oleh Pasi Log kapten Inf.J Sialoho yang diikuti oleh barisan dari peserta upacara seperti barisan Pama dan barisan Personil Kodim 0109/Singkil serta barisan ibu - ibu Persit KCK Cabang XXXI Kodim 0109/Singkil.

Dandim 0109/ Singkil dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danramil 02/Singkil Kapten Inf.Zetro mengatakan bahwa  upacara peringatan hari lahirnya Pancasila dilaksanakan  untuk meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 


Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan oleh lr. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan  final Pancasila  tanggal 18 Agustus 1945. Merupakan jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan  kita. 

Harus diingat bahwa kodrat bangsa lndonesia adalah keberagaman,Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman, dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman, Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman, Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk lndonesia, ltulah Kebhinneka tunggal ika-an  kita. 

Namun demikian, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan, Kebinekaan kita sedang diuji, Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. "Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila dan masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias  kabar  bohong," sebut Jetro.

Selaku seorang Prajurit TNI, Kita perlu belajar dari pengalaman buruk Negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara, dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal lka, kila bisa terhindar dari masalah tersebut, Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri, dengan Pancasila dan  lndonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan. 

Oleh karena itu, diharapkan peran aktif para ulama, ustadz pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan, Ceramah keagamaan, materi pendidikan fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Sambungnya, komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat, berbagai upaya terus dilakukan telah di undangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja  Presiden Pembinaan ldeologi Pancasila, bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila,tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan,tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran,tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata  internasional.

Walaupun demikian, kita harus tetap  waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan pancasila, Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang Anti Pancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRl, Anti-Bhrnneka Tunggal Ika, Pemerintah pasti  bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang  di  bumi lndonesia.

" Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita, mari kita saling bersikap santun,saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa, Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan lndonesia dan selamat Hari Lahir Pancasila, Kita lndonesia, Kita Pancasila, Semua Anda lndonesia, semua Anda Pancasila, Saya lndonesia, Saya Pancasila," tutupnya. [Jamaluddin ]
Komentar Anda

Terimakasih Atas Kunjungannya, Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar Spam dan/atau berisi link aktif tidak akan ditampilkan. Terimakasih.

Berita Terkini